Rahasia dibalik Ruang bawah tanah
Aku Freya. Aku mahasiswi SMA kelas 1, aku anak yatim piatu dan sekarang aku tinggal bersama Ayah dan Ibu angkatku. Aku kehilangan orang tuaku setelah aku tamat SMP, waktu itu ayah dan ibuku ingin ke perpisahan sekolahku dan saat di perjalanan mereka ditabrak truk dan meninggal, aku sangat sedih karena kehilangan orang tuaku tetapi semenjak aku memiliki orang tua baru aku sedikit merasa aneh, karena tingkah laku orang tuaku sangat berbeda dari orang tua kandungku.
Berbedanya tidak pernah marah kepadaku aku sangat heran maupun anak kandung atau anak pungut pasti akan di marahi tapi orang tuaku ini tidak pemarah, dan aku juga tidak akan mencari tahu kenapa orang tua angkatku berbeda yang penting aku memiliki orang tuaku kembali.
Ketika pagi hari dimana hari pertamaku sekolah dan aku malakukan hal yang sama seperti saat SMP shalat, mandi, memakai seragam sekolah, dan sarapan pagi, tetapi setiap aku sarapan aku tidak pernah melihat ibu ku memasak, setelah aku mandi dan memakai pakaian makanan nya sudah ada di atas meja dan Ayahku juga sudah duduk di sana.
Aku sedikit heran kenapa aku tidak bisa melihat ibu memasak, dengan keheranan itu aku semakin takut bahwa ada sesuatau yang mengerikan, ketika aku ingin berangkat sekolah aku berpamitan ke orang tuaku lalu aku berangkat ketika aku tiba di sekolah aku langsung mendapat teman.
"Hai," ucap seorang perempuan sambil melambaikan tangan nya,
"Hai juga," ucapku sambil melambaikan tangan,
"Kamu anak baru ya," ucap perempuan itu,
"Iya," ucapku,
"Ooh, oh iya aku Tina," ucap dia sambil memegang tanganku,
"Aku Freya, salam kenal ya," ucapku dengan tersenyum,
"Iya salam kenal juga," ucap dia sambil memegang tangan ku dan masuk ke dalam kelas,
"Eh mau kemana, emang kita satu kelas?," tanyaku,
"Iya dong, lagian wali kelas kami udah bilang bahwa ada murid baru di kelas," ucap dia,
"Ooh, Oky," jawabku setelah sampai di kelas.
Ketika sampai di kelas aku duduk di bangku kosong di sebelah Tina, ketika ibu guru masuk beliau menyuruhku untuk memperkenalkan diri, lalu aku pun memperkenalkan diri, setelah memperkenalkan diri aku langsung duduk dan ibu guru juga memulai pelajaran, sudah pukul 10.00 dan bel berbunyi itu tandanya waktu istirahat, ketika istirahat aku langsung di ajak ke kantin oleh teman-temanku ,aku pun ikut mereka, sesampainya di kantin aku juga jajan dan teman-temanku mengajak aku ngobrol bersama.
"Freya, aku Karin," ucap perempuan yang sangat populer di sekolah,
"Aku Freya," ucapku,
"Freya aku Nayla," ucap perempuan yang terpintar disekolah,
"Aku Freya," ucapku,
"Freya aku Wulan," ucap perempuan yang suka berdrama,
"Aku Freya," ucapku,
"O iya kami boleh main ke rumah kamu gak Freya," ucap Karin sambil mengunyah makanan di mulutnya,
"Oh boleh lagian hari ini orang tua aku lembur, tapi aku coba chat dulu deh," ucapku sambil memegang handphone,
"Oky Freya," ucap Karin,
"Oh ternyata boleh kok sama orang tua aku, nanti kita langsung aja ke rumahku," ucapku
"Oky," ucap teman-teman.
Ketika sudah waktunya pulang teman-teman langsung ikut denganku dan mereka juga sudah bilang ke orang tua mereka bahwa ingin bermain ke rumahku, ketika sudah sampai dirumah aku langsung menunjukkan rumahku ke teman-temanku.
"Ini rumahku kalo kurang nyaman tinggal disini bilang ke aku ya," ucapku dengan tersenyum,
"Wah rumah kamu bagus juga," ucap teman-temanku,
"Hehe, biasa aja kok, ya udah ayo kita masuk," ucapku dengan santai,
"Ayo," ucap teman-temanku,
Aku dan teman-temanku pun masuk ke rumah dan membawa mereka ke kamar ku, setelah di kamar aku mengambil camilan untuk mereka, lalu kami makan dan tertawa bersama, ketika sedang asik tertawa Tina bertanya kepadaku.
"Freya kamu boleh ajak kami keliling rumah kamu gak," ucap Tina,
"Iya tuh aku juga pengen berkeliling di rumah kamu," ucap Karin dan Yang lain,
"Boleh kok ayo ikut aku," ucapku,
"Oky," ucap teman-temanku,
Ketika berkeliling kami menemukan pintu ruang bawah tanah berada di dinding dekat pintu gudang, dan karena teman-temanku dan aku ingin melihat nya kami pun masuk ke dalam, dan setelah di dalam kami terkejut karena di ruang bawah tanah ada orang yang sudah di potong-potong, dan di sana juga ada ayah dan Ibu.
"Ayah Ibu ke-kenapa ini kok ada orang yang sudah terpotong?," ucapku dengan ketakutan,
"Eh nak kenapa kamu bisa ada di sini, kamu udha pulang ya?," Ayah dan Ibu bertanya kepadaku Dengan sedikit terkejut,
"Ayah dan Ibu berusaha ya untuk mengalihkan pembicaraanku, ini kenapa Ayah Ibu kenapa kali membunuh dan memotong-motong orang yang tidak bersalah," ucapku dengan ketakutan,
"Maaf nak Ayah dan Ibu adalah seorang kanibal," ucap Ayah dan Ibu,
"Tapi kenapa kalian seperti ini, Ayah Ibu aku tidak percaya kalian melakukan hal seperti ini, aku sudah menganggap kalian sebagai orang tua kandungku, tapi kenapa Ayah dan ibu melakukan hal ini," ucapku dengan sedikit tegas dan menangis,
"Maaf nak," ucap Ayah dan Ibu,
"Maaf Ayah Ibu aku harus lapor ini ke polisi atau kalian akan terus membunuh orang yang tidak bersalah," ucap ku dengan ingin berjalan keluar dengan teman-temanku yang ketakutan sekali,
"Jangan bak Ayah dan Ibu tidak mau masuk penjara," ucap Ayah dan Ibu dengan berlari mengejarku,
"Semuanya ayo kita keluar Ayah dan Ibuku ingin mengejar kita," ucapku dengan beregegas lari keluar dengan teman-temanku.
Ketika kamu sudah diluar kami langsung lari ke kantor polisi, dan kantor juga tidak jauh dari rumahku ketika sampai aku langsung menceritakan nya kepada polisi ,dan pas sekali Ayah dan Ibu ku sampai dan tidak sadar ternyata Ayah dan Ibu sudah berada di kantor polisi, polisi langsung menangkapnya dan melihat bukti-bukti yang ada di ruang bawah tanah, polisi langsung menahan Ayah dan Ibu sampai mati, karena aku tidak ada orang tua lagi salah satu temanku Karin bilang bahwa aku boleh manjadi adik tirinya.
Semenjak itu aku hidup bahagia dengan Karin dan Ayah Ibuku yang baru, tapi aku tidak tahu kabar Ayah dan Ibuku, tapi aku tetap berharap mereka khilaf dan tidak akan melakukan itu lagi, aku juga tidak akan pernah masuk atau melihat rumah itu lagi karena sudah dilarang oleh polisi untuk tidak masuk ke dalam.
Tamat
Komentar
Posting Komentar